WANGGUDU – Masyarakat Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), sangat menyambut baik informasi jika PT Antam UBPN akan segera melakukan aktivitas penambahan biji nikelnya di Blok Mandiodo Kecamatan Molawe.
Sambutan baik itu muncul, lantaran dengan harapan akan adanya peluang terbuka terhadap pengusaha lokal mengambil bagian dalam sektor penambangan biji nikel di IUP milik plat merah tersebut.
Namun, harapan hanya sebuah mimpi. Saat PT Antam UBPN Konawe Utara di Blok Mandiodo yang memiliki luasan IUP 16.920 hektare berdasarkan Izin No. 158 Tahun 2010 itu tidak sesuai dengan ekspektasi para anak muda di Bumi Oheo.
Hal tersebut lantas membuat Ketua Harian Forum Kajian Hukum dan Lingkungan (Forkam HL) Sultra, Iqbal angkat suara dan menyayangkan hal tersebut.
Iqbal mengatakan, PT Antam UBPN Konawe Utara yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebaiknya memberikan ruang terhadap anak-anak lokal untuk menjadi bagian dalam pengelolaan SDA di tanah sendiri.
“Anak lokal Konawe Utara mampu berbuat, tapi kan selama ini mereka tidak pernah diberikan ruang atau kesempatan mengelola dan memanfaatkan SDA di tanah kelahiran mereka. Kesempatan ini yang tidak pernah diberikan,” kata Iqbal, Kamis malam (18/12/2025).
Menurut Iqbal, jika PT Antam memiliki tujuan meningkatkan pertumbuhan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat, maka salah satu solusinya adalah memberikan kesempatan anak lokal untuk ambil bagian dalam aktivitas penambahan biji nikel di Blok Mandiodo.
“Beri kesempatan, jangan biarkan anak lokal atau pengusaha lokal Konawe Utara menonton di tanah sendiri. Kami yakin akan lain ceritanya jika anak lokal ikut terlibat,” ujarnya.
Redaksi







