Mari Usaha Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg di Konawe Utara, Bisa Jual Diatas Harga HET, Pertamina dan Agen Tutup Mata?

Konawe Utara427 Dilihat

WANGGUDU – Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), merupakan salah satu daerah paling menjanjikan jika ingin mendirikan usaha pangkalan tabung gas elpiji 3 kg.

Di tengah meraup keuntungan ada jeritan masyarakat yang dibuat akibat ulah nakal pangkalan-pangkalan gas elpiji di daerah tersebut.

Pasalnya, jika merujuk pada Harga Eceran Tertinggi (HET), maka seharusnya pangkalan tabung gas 3 kg untuk wilayah Kabupaten Konawe Utara di jual dengan harga Rp23.000.

Tapi faktanya, yang terjadi di lapangan tidaklah demikian. Dugaan permainan nakal itu pun dibuka oleh Sekretaris Forum Kajian Hukum dan Lingkungan (Forkam HL) Sulawesi Tenggara (Sultra), Agus Dermawan.

Makanya, Agus Dermawan sangat menyayangkan tidak adanya penindakan dari pihak Pertamina dan Agen, bahkan terkesan ada pembiaran terhadap pangkalan nakal di Konawe Utara.

“Pertamina dan Agen ini yang punya kapasitas mengintervensi dan menjatuhkan sanksi tegas terhadap pangkalan-pangkalan yang menjual di atas harga HET,” katanya, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Agus Dermawan, tidak patuhnya seluruh pangkalan gas elpiji 3 kg mengikuti harga HET dikarenakan tak adanya pengawasan dari pihak Agen.

“Gas 3 kg ini di subsidi loh oleh negara dengan tujuan membantu masyarakat, dengan menetapkan harga HET penjualan di Konut itu Rp23.000,” ujarnya.

“Sebenarnya ini bukan hanya tugasnya Agen mengawasi. Ini sudah masuk ranah hukum juga. Hanya kan kita sayangkan ini barang seperti sengaja dibiarkan. Kan aneh sebenarnya. Hukum terkesan pilih kasih,” lanjutnya.

Jika saja pertamina dan penegak hukum di Konawe Utara berpihak kepada masyarakat kecil, maka publik sudah mendengar ada satu atau dua pengkalan yang ditindak secara tegas.

“Tapi sampai saat ini belum ada satu pun pangkalan yang dicabut izinnya. Makanya jangan salahkan jika publik menduga ada pembiaran,” cetusnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Konawe Utara, Ery Husaeny menuturkan, informasi nakalnya pangkalan-pangkalan elpiji 3 kg telah disampaikan ke Pertamina dan Agen dalam sebuah pertemuan.

“Sudah. Kami dari Disperindag Konawe Utara sudah menyampaikan dugaan permainan harga. Kita berharap Pertamina dan Agen segera menindaklanjuti. Ini nda bisa dibiarkan, karena yang dirugikan adalah masyarakat Konawe Utara,” katanya.

Laporan : Fatri

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *