MUNA BARAT – Menghadapi arus mudik jelang lebaran 1447 Hijryah, Bandara Sugimanuru memastikan kesiapannya untuk memberikan pelayanan terbaik dengan penerbangan maskapai Sriwijaya Air yang kembali aktif sejak 15 Januari 2026 lalu.
Jika sebelumnya, harga tiket normal senilai Rp 700 ribuan, kini dengan adanya subsidi dari pemerintah pusat, terjadi penurunan harga menjadi Rp 600 ribu. Turunnya harga tiket domestik mulai 17-18 persen ini untuk periode terbang 14–29 Maret 2026.
Adapun jadwal penerbangan, terjadi sebanyak dua kali dalam sepekan. Namun, dengan melihat kondisi padatnya penumpang yang mencapai 80 persen, maka diusulkan untuk penambahan jadwal. Saat ini, pihak bandara masih menunggu restu dari maskapai Sriwijaya Air soal permintaan itu.
“Kami telah melakukan persiapan maksimal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di masa libur lebaran. Puncak arus mudik diprediksi terjadi sekitar 18 Maret dan arus balik 29 Maret 2026,” kata Kepala Bandara Sugimanuru, Muhammad Khusnuddin.
Untuk menjamin kenyamanan penumpang, pihak Bandara Sugimanuru juga menyiapkan posko mudik Lebaran yang melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dari puskesmas setempat serta dukungan pengamanan dari aparat TNI/POLRI.
“Pelayanan yang terbaik dilakukan dengan harapan agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman,” sebutnya.
Untuk itu, ia mengimbau kepada para calon penumpang untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik sebelum berangkat ke bandara.
“Mulai dari memperhatikan kondisi kesehatan, mematuhi batas maksimal bagasi seberat 10kg dan sudah berada di bandara setidaknya satu jam sebelum jadwal keberangkatan,” tukasnya.
Laporan: Erwino







