Annisa Najprita Rahmania, Wajah Muda Inovasi dari Negeri Konasara

Berita53 Dilihat

JAKARTA – Di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang terus berkembang pesat, generasi muda Indonesia semakin menunjukkan kiprah dan kemampuan bersaing di tingkat global. Salah satunya datang dari Konawe Utara, daerah yang kini tak hanya dikenal lewat potensi sumber daya alamnya, tetapi juga lahirnya anak-anak muda berprestasi di bidang teknologi.

Adalah Annisa Najprita Rahmania, mahasiswi President University asal Konawe Utara, yang berhasil melangkah ke ajang Market Supervision Service Innovation Application Competition di Nanning, Guangxi, China.

Ajang bergengsi ini merupakan bagian dari kegiatan AI Empowering Thousands of Industries Super League, yang mempertemukan para inovator muda dari berbagai universitas, lembaga riset, startup, dan perusahaan teknologi di kawasan ASEAN serta China.

Annisa yang kini menempuh studi di Fakultas Computing, Program Studi Informatika dengan konsentrasi Keamanan Siber (Cyber Security) ini datang bukan sekadar sebagai peserta, melainkan pembawa ide inovatif yang berakar pada kepedulian terhadap lingkungan.

Bersama dua rekannya, ia memperkenalkan “Loopi”, aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu sistem pengelolaan dan klasifikasi sampah anorganik.
Melalui teknologi ini, mereka berupaya menciptakan solusi cerdas yang tidak hanya fokus pada efisiensi pengawasan pasar, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

“Loopi dirancang agar pengelolaan sampah bisa lebih efisien, terpantau, dan berkelanjutan. Kami ingin AI tidak hanya hadir di ruang digital, tapi juga membawa manfaat nyata di kehidupan masyarakat,” ujar Annisa.

Kompetisi yang digelar sejak Juli hingga Oktober 2025 itu berlangsung ketat, melalui proses panjang mulai dari pendaftaran, penyisihan, hingga babak final dan pameran inovasi.

Meskipun tim Annisa belum berhasil menembus babak final, semangatnya tak surut sedikit pun. Bagi gadis asal Konawe Utara ini, pengalaman tersebut adalah langkah awal menapaki jalan panjang menuju masa depan teknologi dunia.

“Bisa bersaing di level internasional adalah pengalaman berharga. Saya ingin terus belajar dan membawa nama Konawe Utara serta Indonesia ke panggung global,” tutur Annisa penuh semangat.

Perjalanan Annisa tak lepas dari dukungan orang tuanya, Abdul Jabbar dan Irnawati Raanti. Dukungan moral dan intelektual dari keluarga membuat Annisa tumbuh sebagai pribadi yang gigih dan visioner.

Kisah Annisa juga menjadi cerminan keberhasilan program beasiswa KONASARA SMART, salah satu kebijakan unggulan Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.

Program ini menjadi jembatan bagi anak-anak muda Konut untuk mengembangkan potensi akademik dan menghadapi tantangan dunia modern.

“Beasiswa Konasara Smart memberi saya kesempatan untuk belajar dan berkembang. Dari sini saya percaya, anak daerah pun bisa bersaing di kancah internasional,” kata Annisa.

Melalui langkah kecil namun berani ini, Annisa Najprita Rahmania membuktikan bahwa generasi muda Konawe Utara tidak kalah dengan daerah lain. Semangat dan inovasi anak negeri kini menembus batas negara, menginspirasi banyak orang bahwa masa depan teknologi juga milik mereka yang mau belajar dan berani bermimpi.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *