BUTON UTARA – La Tule (57) mengalami nasib naas. Warga Desa Labuko, Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara (Butur) itu ditemukan tak bernyawa dalam kebun miliknya pada Senin, 2 Maret 2026 sekira pukul 12.00 Wita.
Kuat dugaan, pria yang berprofesi sebagai petani itu meninggal dunia akibat lilitan ular piton sepanjang kurang lebih enam meter. Sebab, saat ditemukan, kondisi tubuhnya dalam keadaan terluka akibat lilitan dan gigitan ular.
Kapolsek Wakorumba Utara, IPTU Toto Karsa Sihidi, S.Sos mengungkapkan, peristiwa tersebut pertama kali ditemukan oleh keluarga korban bernama Wa Nasnim.
Ceritanya, Wa Nasnim hendak keluar rumah menuju kebun untuk menggembala sapi. Di perjalanan pulang, ia malah menemukan senter, sebercak darah dan sebilah parang milik korban yang tergeletak di tanah.
Wa Nasnim yang merasa ada sesuatu hal telah terjadi, langsung bergegas melaporkan temuannya itu kepada warga kampung. Warga pun beramai-ramai menuju kebun untuk mencari keberadaan korban.
“Warga menelusuri adanya bekas perjalanan ular dari lokasi awal. Kurang lebih 10 meter jauhnya, korban pun ditemukan tergeletak di bawah pohon dalam kondisi meninggal dunia,” kata Iptu Toto, Senin (2/3/2026).
Tak jauh dari lokasi ditemukannya korban, warga juga menemukan seekor ular piton dalam kondisi terluka akibat sabetan parang. Diduga, korban sempat melakukan perlawanan saat diterkam hewan buas itu.
“Ular itu masih hidup, tapi kondisinya juga sudah penuh luka. Sepertinya, korban sempat berusaha melepaskan diri saat dililit,” sebutnya.
Lanjutnya, sekitar pukul 14.30 Wita jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka untuk dimandikan dan dipersiapkan proses pemakaman.
“Pada tubuh korban ditemukan luka sobek pada jari-jari tangan kanan dan lengan kiri, serta luka gores pada bagian wajah yang diduga akibat gigitan ular,” tukas mantan Kapolsek Maligano itu.
Sebelum kejadian, korban diketahui hendak tinggal semalaman di kebun bersama sang isteri. Namun, sekira pukul 20.00 Wita, korban sempat ingin turun ke kampung untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari yang akan digunakan dalam kebun.
Dari perjalanan itu, korban tak lagi kembali ke kebun. Sang isteri tak memiliki firasat buruk, mengira suaminya batal kembali karena bermalam di kampung. Ia kaget, setelah mendapat info dari warga pada keesokan harinya.
Laporan: Erwino








