Selain Kapal Tongkang, Bagang Tunggal Disinyalir Ancam Ekosistem Kawasan TWAL Teluk Lasolo Pulau Labengki

Konawe Utara234 Dilihat

WANGGUDU – Keberadaan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Lasolo atau lebih dikenal wisata Pulau Labengki kini mulai memprihatinkan. Kondisi ekosistem dan laut konservasi tersebut buka hanya dalam bayang-bayang kapal tongkang pemuat nikel yang acap kali melintas, namun kini keberadaan bagang tunggal disinyalir memberikan dampak negatif bagi keberadaan ekosistem wisata Labengki.

Kondisi tersebut disuarakan oleh pemerhati Wisata Labengki, Habib Nadjar Buduha. Dirinya tidak mempersoalkan keberadaan bagang tunggal atau jumbo atau lebih dikenal dengan sebutan kapal gae dalam beroperasi.

Namun, kata Habib sapaan akrab Habib Nadjar Buduha, bagang tunggal yang masuk dalam kategori kapal industri merupakan alat tangkap tidak diharapkan melakukan penangkapan ikan pada areal kawasan TWAL Teluk Lasolo atau pulau Labengki.

“Bagang tunggal atau kapal gae itu masuk kategori kapal industri, semakin sering beroperasi di kawasan konservasi laut dampaknya akan sangat besar. Artinya zona tangkap nelayan tradisional 0-2 mil dan nelayan sedang bermesin 5GT 2-5 mil, ini yang harus sebenarnya dipahami bersama,” kata Habis, Minggu (14/12/2025).

Habib mengatakan, zona tangkap bagang tunggal yang merupakan kapal industri adalah 12 mil ke atas areal TWAL Teluk Lasolo.

“Kami harap teman-teman pengusaha kapal tangkap industri, harap sadar dan jangan memasuki zona tangkap yang bukan zona anda,” ujarnya.

Habib juga meminta, kiranya pemerintah baik itu Pemda Konawe Utara, Pemprov Sultra dan BKSDA dapat melakukan pembinaan atau mensosialisasikan kepada pemilik kapal tunggal.

“Kenapa pemerintah kita turun menyampaikan, agar ada pemahaman jika areal TWAL Teluk Lasolo Pulau Labengki itu terdapat zona di mana bisa menangkap ikan,” harapnya.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *