Menanti “Kehancuran” Ibukota Konawe Utara?

Konawe Utara180 Dilihat

WANGGUDU – Masyarakat di sekitar Ibukota Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tepatnya Kelurahan Wanggudu Kecamatan Asera diliputi kecemasan besar jika rencana penambahan biji nikel oleh PT Geomineral Inti Perkasa sampai terlaksana.

Pasalnya, belum lama ini manajemen PT Geomineral Inti Perkasa melakukan sosialisasi rencana pembangunan jalan Hauling yang dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan Asera.

Kegelisahan dan ketakutan masyarakat bukan tanpa alasan. Mengingat baru saja musibah besar berupa banjir bandang menimpa wilayah di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh.

Bencana itu bisa saja melanda Kecamatan Andowia dan Asera. Apalagi kita ketahui bersama jika dua kecamatan itu setiap tahunnya selalu menjadi langganan banjir besar, itupun belum ada aktifitas penambangan nikel.

Nah, bagaimana jika nantinya rencana penambangan nikel oleh PT Geomineral Inti Perkasa sampai terjadi. Hal inilah yang menjadi sorotan keras oleh Ketua Harian Forum Kajian Hukum dan Lingkungan (Forkam HL) Sultra, Iqbal.

Iqbal sangat sangsi, jika rencana aktivitas penambangan PT Geomineral Inti Perkasa akan memberikan sisi positif lebih banyak dibanding negatifnya.

“Jika itu sampai terjadi maka musibah besar menanti masyarakat di dua kecamatan itu, yakni Kecamatan Asera dan Andowia. Faktanya dua kecamatan ini tiap tahun pasti banjir, ini belum ada penambangan nikel. Nah, bagaimana kalau di sekitar itu gunung digunduli,” kata Iqbal, Minggu malam (7/12/2025).

Untuk itu, lanjut Iqbal, apapun yang terjadi seluruh rencana PT Geomineral Inti Perkasa wajib ditolak, baik itu masyarakat maupun pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten.

“Kehancuran Ibukota Wanggudu menanti di depan mata kita. Dan saya kira semua tidak akan membiarkan itu terjadi,” ujarnya.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *